Lifestyle Blog

Pengalaman Pasang IUD atau KB Spiral

Alhamdulillah akhirnya saya mantap memutuskan untuk pasang IUD (Intrauterine Device) setelah mempertimbangkan beberapa hal terkait jarak kehamilan. Saya sempat maju mundur untuk pasang IUD karena berbagai macam alasan, mulai dari parno karena dengar atau baca pengalaman orang yang pasang IUD, sampai pertimbangan biaya IUD yang lumayan dibanding biaya kontrasepsi lainnya.

Niat pasang IUD sudah muncul saat Kaniya berusia 8 bulan, yaitu saat saya mulai menstruasi lagi setelah selesai nifas. Namun, saya baru pasang IUD setelah Kaniya berusia 16 bulan hahaha.

Pasang KB IUD di Puskesmas/Bidan?

Saya sempat galau mau pasang IUD di Bidan Eka (tempat saya melahirkan Kaniya) atau di Puskesmas. Saya sudah sempat tanya ke Puskesmas Pasar Minggu via DM Instagram, apakah bisa pasang KB IUD di Puskesmas menggunakan BPJS Kesehatan? Ternyata bisa, asalkan di kartu BPJS tertera Puskesmas Pasar Minggu sebagai Faskes 1.

Namun, saya ragu karena saya belum pernah ke puskes tersebut, apalagi ketemu bidan/dokternya. Belum lagi kalo harus antre lama di puskes, nanti keburu Kaniya rewel. Padahal enak tuh, gratis tis haha. Dengan berbagai pertimbangan, akhirnya saya memilih untuk pasang IUD di Bidan Eka.

Pemasangan KB IUD di Bidan

Awal Februari 2019, saat siklus menstruasi saya bulan ini hampir berakhir, saya menghubungi Bidan Eka untuk menanyakan pemasangan IUD. Oiya, pemasangan IUD sebaiknya saat menstruasi hampir berakhir, jadi rahimnya masih agak terbuka sehingga memudahkan untuk pemasangan IUD. Namun, jika tidak sedang menstruasi juga tidak apa-apa.

Jenis KB IUD

Ada dua pilihan IUD yang tersedia, yaitu Nova T dan Copper T. Tidak ada perbedaan signifikan dari kedua jenis tersebut. Keduanya memiliki fungsi yang sama yaitu menghambat sperma mencapai sel telur. Perbedaan dari keduanya yaitu biaya pasang IUD Nova T lebih tinggi karena produknya berasal dari Jerman (impor). Bentuk Nova T juga lebih kecil dibanding Copper T.

pemasangan IUD Copper T
Gambar IUD Copper T
KB IUD Nova T
IUD Nova T

Saya memilih IUD Copper T, salah satu produk dari Andalan. Jenisnya IUD TCu 380A, kira-kira seperti ini gambarnya. Sebelum kemasan dibuka, bidan menunjukkan bahwa IUD Copper yang akan dipasang benar-benar baru dan steril.

produk-iud-andalan-tcu-380-a-1-1065429238.png
IUD Copper T yang saya pilih

Proses Pemasangan KB IUD

Sebelum memulai proses pemasangan IUD, saya terlebih dahulu mengisi formulir persetujuan tindakan kontrasepsi di sebuah kertas dan menandatanganinya. Lalu, masuklah saya ke sebuah ruangan yang di dalamnya sudah tersedia alat-alat pasang KB IUD.

Saya dipersilakan duduk dengan posisi mirip orang akan melahirkan. Oke, ini memang bagian yang paling risih karena harus posisi “begitu” secara sadar, untung bidannya cewek dan saya udah kenal lama. Pun beliaulah yang membantu Kaniya lahir ke dunia. Jadi, sedikit demi sedikit hilang lah rasa risihnya.

Kebetulan, bu bidan juga ajak saya ngobrol dan memandu saya untuk rileks agar proses pemasangan IUD lebih lancar.

Proses pemasangan IUD pun dimulai. Pertama-tama, vagina dibuka dengan alat pasang KB IUD bernama Vaginal Speculum atau yang lebih dikenal dengan nama cocor bebek.

Rasanya? Jujur, ngilu dan perih. Tapi masih bisa ditahan dan lama-lama akan semakin terbiasa kalo rileks. Proses pemasangan IUD kurang lebih 15-20 menit. Ini termasuk lama karena katanya posisi rahim saya tidak pas di tengah melainkan agak ke kiri.

Pemasangan IUD berjalan lancar dan saat IUD dipasang, saya tidak merasakan apa-apa. Namun, vagina tetap terasa perih karena si cocor bebek. Tapi pas udahannya, pas cocor bebek itu dilepas, legaaa banget.

alat pasang KB IUD.jpg
Cocor Bebek, Alat Pasang KB IUD

USG Setelah Pemasangan IUD

Setelah selesai, saya kembali ke ruangan bu bidan untuk USG. USG ini diperlukan untuk mengecek posisi IUD di rahim, apakah sudah pas atau belum. Saya juga ditanyai apakah terasa sakit di bagian rahim atau tidak. Saya tidak merasa sakit atau ngilu pada rahim, hanya saja rasa perih di vagina masih terasa karena si cocor bebek tadi. Bu bidan bilang hal itu wajar dan lama kelamaan akan berangsur hilang.

Sebelum pulang, saya dibekali antibiotik dan obat yang hanya diminum jika ada keluhan sakit. Antibiotiknya tentu saja harus dihabiskan.

Biaya Pasang KB IUD

Biaya pasang KB IUD yang saya keluarkan sebesar 350 ribu, sudah termasuk harga IUD Copper T, biaya jasa bidan, biaya USG, antibiotik, serta obat penghilang nyeri (optional bisa diminum/tidak). FYI, biaya pasang KB IUD Nova T di bidan adalah 750 ribu.

IUD Copper T bisa bertahan selama 7 hingga 10 tahun. Namun, bisa sewaktu-waktu dilepas jika ingin kembali hamil. Tingkat keefektifan kontrasepsi IUD dinilai paling tinggi dibanding kontrasepsi lain, meski kemungkinan hamil tetap ada. IUD juga dinilai cocok untuk ibu menyusui karena IUD adalah jenis kontrasepsi non-hormonal yang tidak mempengaruhi ASI.

Efek Samping Pasang KB IUD

Kalau bicara efek samping setelah pasang IUD, saya mengalami sedikit kram perut dan ada sedikit darah menetes setelah IUD dipasang. Kebetulan sehabis pasang IUD, saya langsung ke mall terdekat untuk beli popok Kaniya.

Jadi, efek samping berupa kram dan beberapa tetes darah cukup membuat saya tidak nyaman dan agak parno. Namun setelah saya whatsapp Bidan Eka, ternyata hal tersebut wajar dan akan berangsur pulih.

Beberapa teman yang sudah pakai IUD juga mengaku menstruasinya jauh lebih banyak dari biasanya setelah pakai IUD. Kalo efeknya di saya, setelah baru pasang IUD, saya masih lanjut menstruasi. Padahal sesaat sebelum pasang, siklus menstruasi saya sudah hampir berakhir.

Ada sedikit nyeri pinggang juga, ya mirip lah gejalanya seperti waktu mau haid. Selain itu belum ada keluhan lain sih. Oiya, saat IUD tertanam di rahim kita, tidak diperbolehkan urut perut dan mengangkat beban terlalu berat karena dikhawatirkan akan membuat IUD bergeser dan menyebabkan hal yang tidak diinginkan.

Semua kontrasepsi pasti ada plus minusnya, tapi semoga saja saya cocok pakai kontrasepsi ini ya. Jadi, nanti jarak kelahiran adik-adiknya Kaniya bisa diatur dengan aman. Sekian sharing pengalaman saya pasang IUD. Semoga tulisan ini bermanfaat bagi kalian ya, see you on the next post!

(Update)

Januari 2020 – Alhamdulillah sudah hampir setahun pasang KB IUD. Saya mau share pengalaman saya setahun ini setelah pasang IUD. Plus-nya dulu ya.

+ Bebas : Iya, bebas main sama suami tanpa mikirin risiko kebobolan. Hehe. Karena kami memang belum ada rencana menambah adik untuk Kaniya.

+ Praktis : Gak ribet mikirin harus pasang “pengaman” dulu sebelum main.

Efek Samping

Banyak ibu-ibu yang takut pasang KB IUD karena efek sampingnya. Ini beberapa efek samping yang saya rasakan selama setahun belakangan.

Siklus Menstruasi
Selama setahun ini, siklus menstruasi saya termasuk lancar. Setiap bulan saya 1x mens. Hanya saja, siklus menstruasi lebih panjang. Di saya, volume darah tidak terlalu banyak. Tapi siklusnya lebih panjang.

Sebelum pasang KB IUD, siklus mens saya maksimal 5 hari. Sesudah pasang KB IUD, siklus mens menjadi 7-9 hari dengan volume darah banyak hanya sekitar 2-3 hari (normal seperti sebelum pasang KB).

Kram Perut
Mengenai kram perut, ini saya rasakan setelah 3 bulan pasang KB IUD. Saya kira saya sering kram hingga sakit perut melilit karena IUD. Ternyata setelah konsul ke dokter dan memperbaiki lifestyle, penyebab kram perut adalah pola makan yang berantakan & asupan makanan yang sembarangan 😦

Belajar dari pengalaman, saya coba perbaiki pola makan dan tobat minum minuman manis seperti boba & kopi-kopian itu. Alhamdulillah sekarang gak pernah kram perut lagi. Maafkan saya ya IUD, saya suudzon ke kamu hehe.

Efek ke Berat Badan
Sama sekali ENGGA. Malah saya berhasil turun BB 6 kilo akhir tahun kemarin. Setelah sebelumnya naik 2-3 kilo karena minum boba & kopi terus hampir tiap hari 😦

Efek ke ASI
Kebetulan saya sudah menyapih Kaniya Oktober kemarin. Dari Feb – Okt (pasang IUD & masih menyusui), ASI saya alhamdulillah lancar-lancar aja.

Baca Juga : Cerita Menyapih Kaniya

Sekian update efek samping pemasangan IUD yang saya rasanya setahun belakangan ini. Semoga membantu buibu yang masih galau akan keputusan pasang KB IUD. Silakan kalau mau baca artikel sharing saya yang lain ya, see you!

7 tanggapan untuk “Pengalaman Pasang IUD atau KB Spiral”

  1. Sakit atau tidak itu tergantung orangnya ya… Sya udh pasang kmren Di bidan hrganya Rp 850 rb, ini IUD untuk 8 th, plus 2 tespack 20 rb (padahal diapotik hrga tespack Rp2500)😱agk syock sih .. Bner ngilu wkt alat cocor bebek itu masuk, krn sya jg tegang akhirnya spt ada gelembung udara yg masuk perut rasanya sakit( sengkil kyk abis lari jauh) sampe rmh jg msh ngilu perut sya. Tapi vagina sya tidak sakit ,hanya perut sebelah kiri bawah yg trasa ngilu .Stlh minum obat antibiotik udh berkurang ngilu nya..waktu pemasangan jg tidak lama skitar 5 mnit dan waktu pasang IUD sya tidak haid dan itu sudah sekitar 14 bln setelah nifas krn sedang menyusui . Sya pasang IUD itu sore hari ,sekitar tengah mlm sya kluar darah ,shubuh jg kluar darah dan sya tanya ke bidan nya itu berarti sya sudah mulai haid..
    Sekian cerita sya tentang IUD, smga mommie yg mau pasang siap mental dulu,yaqin jg rilex.. Jangan spt sya dr rmh udh tegang duluan..jadinya trasa ngilu😁

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s