Motherhood

Cerita Menyapih Kaniya (Part 1)

Jadiii, udah kurang lebih sebulan ini saya resmi menyandang status sebagai working mom. Setelah selama hampir 2 tahun “libur” bekerja kantoran dan fokus menjadi full time mom, akhirnya saya memutuskan untuk kembali bekerja saat usia Kaniya menginjak 17 bulan. Galau? Pasti. Kangen anak saat di kantor? Banget. Tapi alhamdulillahnya Kaniya pengertian bangeeet. Hari pertama dan kedua kerja, dia masih sedih dan akhirnya nangis saat video call sama saya. Jalan minggu kedua saya kerja, dia udah mulai terbiasa dan gak nangis pas video call. Malah sekarang kalau saya berangkat kerja, dia salim dan ceria-ceria aja. Pas ditanya, “Mama kerja, ya. Kaniya mau ikut gak?” Dia jawab, “ndak”. Trus malah dadah dadah. Jujur saya terharuuu, dia sangat pengertian dengan kondisi orang tuanya. Sehat dan bahagia selalu ya, Nak.

PROSES MENYAPIH SIANG

Salah satu hal yang menjadi pemberat saya saat memutuskan untuk kembali jadi working mom adalah Kaniya masih berada di rentang usia yang membutuhkan ASI. Meski saya tau kalau di usia 17 bulan ini, ASI bukanlah kebutuhan utama untuk Kaniya. Percayalah, Kaniya adalah anak ASI banget. Dia gak kenal botol, dot, atau susu lain selain susu emaknya. Sebelumnya, dia gak pernah mau minum susu formula atau susu UHT yang saya tawarkan. UUN lah gitu, alias Ujung-Ujungnya Nenen.

Akhirnya, setelah melalui perudingan antara saya dan suami, seminggu sebelum saya resmi masuk kerja, saya mencari susu tambahan untuk Kaniya sebagai “ganti” ASI saat siang hari. Mulai dari susu UHT, saya beli berbagai merk seperti Ultra Mimi, Diamond, dan Greenfield berbagai rasa. Lalu saya tester secara bertahap ke Kaniya. Hasilnya, semua dilepeh kecuali Greenfield Stroberi. Sip, Nak. Tau ajah Greenfield harganya di atas yang lain hahaha.

greenfield

Lanjut ke susu formula. Kenapa pilih cari sufor juga? Karena dari awal saya memang gak anti sufor. Saat ini BB Kaniya juga gak bisa dibilang gendut atau kurus, sedang-sedang aja. Saya mencari second option berupa sufor karena ya jaga-jaga aja takut Kaniya lagi gak mau susu UHT. Tapi balik lagi ke prinsip masing-masing ibu ya. Saya yakin kok, seorang ibu pasti tau yang terbaik untuk anaknya.

Setelah cari-cari susu formula, pertama saya beli Dancow yang Advanced Excelnutri+ yang 1+. Dari hasil googling sih, katanya susu ini bisa jadi salah satu faktor penambah BB anak. Jadi yaudah, coba beli aja kan. Eh pas ditester ke Kaniya, tanpa basa basi dia langsung lepeh dan muntahin itu susu dong huhu. Gak menyerah, saya cobain lagi hari esoknya dan reaksi Kaniya tetep sama. Sampe 3 kali kayak gitu, akhirnya saya nyerah dan berencana ganti susu aja.

Seminggu kemudian, pas lagi belanja bulanan di supermarket, suami random banget nawarin beli sufor lagi untuk Kaniya. Yaudah, akhirnya saya pilih Lactogrow 1+ yang rasa madu. Bismillah. Saya bener-bener random pilihnya karena gak googling sama sekali. Cuma berdoa supaya kali ini Kaniya cocok sama susunya. Pas pulang ke rumah, saya gak langsung kasih susunya ke Kaniya karena udah malem. Besoknya sebelum saya kerja, saya titip pesen ke mama saya untuk seduhin susunya ke Kaniya. Pas jam makan siang, saya video call dan nanyain reaksi Kaniya tentang susu tsb. And suprisingly, dia mau dooong, tanpa dilepeh, tanpa drama. Apa karena yang ngasih bukan mamanya? Atau karena dia emang suka susunya? Entahlah, yang jelas alhamdulillah PR mama tentang pilihan sufor Kaniya sudah selesaiiii. Dan dikasihnya via gelas aja gitu, dia tetep gak mau pake dot. Oke sip, gapapa yang penting keminum susunya ya, Nak.

lactogrow

KENAPA GAK PUMPING AJA DI KANTOR?

Nah iniiii. Sempet kok kepikiran, alat pumping pun saya udah punya semenjak sebelum lahiran. Tapi, melihat kondisi saat ini, sepertinya ASI saya sudah gak maksimal untuk di-pumping dan kebetulan saya memang mau Kaniya punya susu tambahan selain ASI. Itu aja sih alasannya, gak ada alasan spesifik yang gimana-gimana.

Jadi sekarang Kaniya officially cuma ASI malam aja. Beda cerita kalo weekend, nempel terus sama mamanya. Yaa wajar sih dia begitu. Jadi saya maklumi dan perlahan akan saya latih untuk WWL (Weaning With Love) alias menyapih dengan cinta cielah. Masih ada PR toilet training jugaaa. Semangat buat bukibuk di luar sana yang sedang melatih kebiasaan baik untuk baby-babynya yang sebentar lagi beranjak menjadi toodler.

Sekian curhatan mamak yang dibuat saat istirahat kantor ini. Sekarang mamak lapar jadi mau makan siang dulu. Oiyaaa, karena ini part 1, doakan sempat melanjutkan tulisan ke part-part selanjutnya karena saya tahu proses sapih tidak sesingkat dan semudah ituuu. Okeee, tetap semangat dan see you on the next post!

Satu tanggapan untuk “Cerita Menyapih Kaniya (Part 1)”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s