Tips Keuangan

Tips Pilih Aplikasi Reksadana

Menginjak usia 2 tahun, Kaniya udah bawel mau sekolah. Suka tiba-tiba minta ransel dan bawa botol minum trus salim. Kalo ditanya mau ke mana, dia bilang “aku sekolah dulu, ya”. Gemes banget haha.

Tapi, di balik besarnya minat Kaniya untuk mulai sekolah, ada mamaknya yang pusing mikirin biaya masuk TK yang sekarang udah gak masuk akal harganya. Bulan lalu iseng-iseng survei uang pangkal + biaya semester pertama sebuah TK swasta di Jakarta udah tembus puluhan juta. Itu baru TK, belum SD, SMP, SMA, Perguruan Tinggi *intip rekening*

Menurut saya, biaya pendidikan anak emang udah seharusnya disiapkan dari si anak masih kecil. Caranya? Saya punya dua solusi yang alhamdulillah udah mulai saya terapkan 1 tahun terakhir ini.

Nabung

Yup, nabung. Siapa yang gak tahu cara klasik ini? Bahkan, “rajin menabung” sudah jadi ajaran turun temurun dari orang tuanya orang tua kita haha. Tentu saja saya juga salah satu orang yang pakai cara klasik ini. Meski masuk dalam Generasi Milenial (kelahiran 1980-1994), saya masih dididik oleh orang tua Gen X (kelahiran 1965-1979). Tapi, lama-lama kok saya merasa uang saya stuck selama bertahun-tahun, bahkan seringkali berkurang kalau tiba-tiba ada kebutuhan mendadak.

Investasi

Kayaknya investasi adalah solusi tepat untuk persiapan biaya pendidikan Kaniya. Jujur saya masih pemula dan baru melek investasi setahun belakangan. Itu pun karena ikut seminar mengenai pentingnya dana darurat untuk keluarga muda. Financial planner yang menekankan “melek investasi” benar-benar membuka mata saya tentang betapa pentingnya financial plan yang dimulai di usia muda dan saya baru sadar di usia 25 tahun :’)

But, wait, mungkin banyak yang bertanya-tanya : Kenapa sih anak muda/generasi milenial perlu mulai investasi sedini mungkin?

Yup, generasi milenial (termasuk saya dan suami saya) banyak menghabiskan uang kami untuk membeli pengalaman. Kami sangat loyal menyisihkan pendapatan kami untuk liburan, bahkan dalam setahun kami bisa punya 2 agenda liburan ke luar kota/luar negeri serta 4x staycation di hotel/cottage di daerah Bogor/Bandung. Dan saya tahu, 70% dari generasi milenial melakukan hal serupa. Kami senang membeli pengalaman dengan travelling, menjelajah tempat baru, mencoba kafe baru.

Investasi? Kami tahu, kami bahkan dapat dengan mudah menemukan jutaan informasi mengenai investasi hanya dengan membuka mesin pencari di ponsel kami. Tapi, karena milenial cenderung ogah ribet, investasi bukan menjadi prioritas. Ditambah kalau dengar investasi pasti mind set-nya udah “wah, butuh modal gede nih”.

Padahal, di balik asumsi “ribet” dan “butuh modal besar”, investasi yang dimulai sejak awal usia 20-an bisa menghasilkan return yang sangat amat lumayan saat milenial pensiun nanti. Biarkan uang bekerja untuk kita, temen-temen milenial 😀

Keterbukaan diri terhadap investasi membuat saya sedikit demi sedikit belajar bahwa ada investasi untuk pemula yang tidak perlu pengetahuan njelimet, yaitu Reksadana.

Investasi Reksadana

Ketertarikan terhadap financial plan (dana darurat, biaya pendidikan anak, dana untuk membeli aset) membuat saya kepo-kepo tentang investasi pemula dan investasi yang menguntungkan (teteup pengen untung ya kan :p). Tapi, semakin kepo malah semakin bingung hehe. Intinya gini sih : Reksadana identik dengan manajer investasi yang membantu investor dalam mengelola dana. Manajer investasi ini nantinya akan menyediakan beberapa paket produk investasi yang bisa dipilih oleh para investor.

Beli Investasi Reksadana Di Mana?

Udah agak ngerti dikit tentang reksadana, nah kegalauan selanjutnya adalah beli investasi reksadana di mana ya? Buat saya yang gak ngerti investasi, takut rugi, takut ditipu, dan lain-lain, tempat beli investasi reksadana ini suatu hal yang sangat penting.

Reksadana bisa dibeli di tempat-tempat berikut:

  • Bank
  • Perusahaan Sekuritas
  • Marketplace Reksa Dana Online

Kalau disuruh memilih, saya akan pilih Marketplace Reksa Dana Online karena lebih sesuai dengan proporsi waktu saya sebagai working mom sekaligus Ibu Rumah Tangga.

Nah, marketplace reksa dana ini kan banyak banget ya sekarang. Saya harus memilah dengan bijak dan saksama mana yang paling baik dan cocok untuk saya #cielah. Untuk memilih investasi terbaik, ini hal-hal yang saya pertimbangkan sebelum invest di marketplace reksa dana online.

Tips Pilih Marketplace Reksadana Online

1. Aman dan Terpercaya
Marketplace yang kita pilih harus AMAN. Apa acuannya? Lihat apakah marketplace tersebut sudah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Terdaftar berarti sudah berada dalam pengawasan penuh OJK sebagai pengawas utama lembaga jasa keuangan di Indonesia.

Jika marketplace mengarahkan untuk install aplikasi, pastikan kamu tidak memberikan akses data kontak/data email saat proses install. Data kontak dan data dalam email yang terlihat biasa saja ternyata penting banget dan bisa diretas. Sebenernya Google udah antisipasi hal ini lewat salah satu rules-nya.

Rules Google Sebelum Memberi Akses ke Aplikasi Tertentu.jpg
Pertimbangan sebelum Memberi Akses ke Aplikasi Tertentu

2. Praktis
Sebagai investor, kita harus pakai aplikasi yang memudahkan kita, bukan malah bikin ribet. Kalau udah ketemu aplikasi yang praktis, mudah, dan cepet proses daftar dan belinya, berarti kamu udah ketemu aplikasi yang cocok.

3. Lengkap
Pilih marketplace yang lengkap, terutama dari segi pilihan investasi. Belanja bulanan aja lebih seneng di supermarket yang lengkap, nah beli investasi juga gitu.

4. Bebas Biaya
Penting. Cari yang murah biaya adminnya, kalo ada yang gratis lebih baik hehehe. Namanya juga pemula, masa baru mau investasi udah rugi biaya administrasi? :p

5. Transparan
The last but not least, transparansi itu penting, banget. Kalau berurusan sama uang dan kita pakai pihak ketiga untuk mengelola dana yang kita punya, transparansi adalah KUNCI. Pilih yang secara nyata dan blak-blakan menyertakan detail produk investasi sekaligus manajer investasi yang mengelola.

Jangan sampai kita beli produk investasi seperti beli kucing dalam karung. Poin transparansi ini harus bener-bener diperhatiin karena berhubungan dengan trust kita ke marketplace tersebut. Bagaimanapun, kita harus percaya dulu sebelum beli investasi melalui mereka.

Tips Pilih Investasi PemulaOk, fixed salah satu resolusi tahun depan adalah target investasi reksadana harus sekian untuk biaya pendidikan Kaniya, sekian untuk dana darurat, sekian untuk dana pensiun (lah jadi banyak biayanya). Udah mau tahun baru, nih. Mau jalan-jalan akhir tahun ke mana? Invest dulu lahh 10%-20% sebelum pesen tiket travelling hehehe. Happy investing!

13 tanggapan untuk “Tips Pilih Aplikasi Reksadana”

  1. Sedikit cari-cari soal inventasi, dan menemukan artikel yang luar biasa ini. Terima kasih banget, Mbak. Saya jadi senang bisa melihat sedikit banyak soal investasi di negara kita. Sempat binggung sangat sih.
    Tahun depan salah satu proyek yang mau dikerjakan adalah melakukan investasi reksana ini. Semoga lancar dan lanjut ya.

  2. krn kerja di bank , aku biasa beli reksadana di bank tempatku :D. lumayan, fee nya jauh lbh murah utk staff dan beberapa produk malah gratis. keuntungan lainnya sih krn aku bisa tanya2 dan dikasih advice dari Investment specialist di kantor yg lbh ngerti ttg ini. Kapan aku hrs jual, kapan hrs beli.

    tpi transaksi online utk berinvestasi aku ttp ada lakuin kok. trutama utk investasi peer to peer lending. kalo yg begitu aku lbh suka beli online dari aplikasinya. jauh lbh mudah tk dimonitor juga

    1. Aku belum pernah coba beli investasi di bank langsung sih hehe. Wah enak ya ada keuntungan khusus karyawan. Semoga bikin makin tambah semangat investasi ya 😁

      Iya, kemudahan transaksi + monitor return emang jadi keunggulan investasi online. Meski emang harus terapin tips2 di artikel ini sih hehe. Karena kalau online kan kita harus lebih waspada dibanding setor uang langsung ke bank kredibel.

  3. Salam kenal, Kak. Saya pengunjung baru di sini. Bicara soal reksadana, akhir-akhir ini saya lagi demen banget mantengin deretan aplikasi yang “katanya” sih nawarin kemudahan buat berinvestasi. Tapi sampe sekarang masih maju-mundur kebingungan pilih mana yang sekiranya cocok buat dijadiin pengalaman investasi pertama, hehehe. Beruntung deh mampir baca tulisan ini, jadi dapet ilmu baru buat bahan pertimbangan milih reksadana apa nantinya 😀 Ijin bookmark artikelnya buat mampir-mampir lagi di lain waktu ya, Kak!

  4. Kayanya aku harus ngulik tentang reksadana. Soalnya beberapa kali baca di website, mengenai reksadana. Masih belum mudeng juga. Sampe penasaran gara2 di BL ada investasi gitu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s